Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan

Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan
Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan
Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan
Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan
Angka Stunting Masih Tinggi, Bupati Klaten Minta Pencegahan Tetap Berjalan

Bupati Klaten Sri Mulyani mengimbau agar OPD terkait terus berupaya untuk mencegah stunting meski dalam keterbatasan akibat pandemi. Saat ini, angka stunting di Klaten masih tergolong tinggi, yakni di atas 10 persen.

Hal itu ditegaskan Bupati Sri Mulyani pada Peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) ke-28 Tahun 2021 di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (29/6/2021). Acara yang berlangsung terbatas itu mengambil tema "Keluarga Keren Cegah Stunting".

Pencegahan stunting di kondisi pandemi memang terkendala, karena kegiatan Posyandu, imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang sempat berhenti. Hal itu yang membuat penanggulangan stunting tidak maksimal.

"Saya minta semua OPD terkait agar mengambil peran dalam pencegahan stunting. Pencegahan stunting agar tetap bisa berjalan meski dengan kondisi yang terbatas, termasuk anggaran," kata Sri Mulyani.

Saat ini, kondisi pandemi yang belum juga mereda sehingga tidak memungkinkan menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dia minta semua masyarakat Klaten menerapkan protocol Kesehatan 5M agar covid-19 segera berlalu.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan penghargaan kepada Klinik Hana Jogonalan sebagai Fakses dengan pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terbanyak, Kecamatan Jatinom sebagai kecamatan dengan Contrasepsi Partisipasi Rate (CPR) terbanyak, dan Klaten Selatan sebagai kecamatan dengan pelaksanaan pendataan keluarga terbaik.

Kepala Dinas Sosial Pemberbayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DinsosP3AKB) Klaten, Much Nasir membenarkan bahwa angka stunting di Klaten masih tergolong tinggi, yakni di atas 10 persen. Karenanya edukasi pencegahan stunting terus dilakukan.

Angkanya masih 10 koma sekian, masih tinggi. Untuk itu, DisnsosP3AKB melakukan sosialisasi pola asuh dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK), edukasi lewat Kampung KB, pemantauan Posyandu oleh tenaga lapangan," kata Much Nasir

Sejumlah kegiatan digelar dalam peringatan Harganas ke-28 tahun 2021, antara lain pemilihan Duta GenRe, lomba capaian MKJP akseptor aktif, lomba faskes yang melayani MKJP terbanyak, baksos pelayanan sejuta akseptor, dan pendataan keluarga tahun 2021.

Selain itu ada sosialisasi baik lewat spanduk atau talkshow radio dengan tema Keluarga Keren Cegah Stunting dan Peran DinsosP3AKB dalam Pandemi covid-19, agar keluarga menjadi unit terkecil dalam pembangunan keluarga berperan dalam memutus penularan virus.**

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0